Galeri

Selasa, 23 Agustus 2011

Surat Undangan Pribadi Rafi

Amerika Serikat, 26 Mei 2015

Untuk Farhan Maulana
Di Jepang

Asalamualaikum Wr.Wb.,

Halo selamat pagi Farhan. Bagaimana kabarmu sekarang ? Semoga kabarmu baik selalu ya. Farhan, kamu sedang apa sekarang ? Farhan, aku mempunyai perusahaan baru nih, yaitu perusahaan mobil balap. Mobilnya tidak memakai ban dan tidak memakai bensin. Tapi aku membuat mobil balap ini dengan memakai bahan bakar matahari. Mobil balap ini akan bertanding di lapangan sirkuit yang bernama Circuit Ficuit Racer, tempatnya di kota New York. Nama perusahaanku yaitu perusahaan Ferafii. Aku akan mengajakmu ke perusahaanku dan melihat sirkuitnya, yaitu di Circuit Ficuit Racer. Oh ya, nama mobilnya RFI. Mobil RFI tersebut bisa melaju dengan kecepatan 998 km perjam.

ekian dari aku. Wassalamualaikum Wr.Wb. Tolong dibalas ya !

Sahabatmu








Rafi

Surat Undangan Pribadi Najma


Perancis, 26 Juli 2032

Dear Puti
Di Jerman

Assalamualaikum Wr.Wb.,

Halo Puti, apa kabar ? Semoga baik-baik saja seperti kondisiku saat ini. Tiga bulan yang lalu, aku membuka cafe. Rencananya, aku ingin mengundang kamu dan teman-teman yang lain untuk datang ke cafeku. Nama cafenya adalah Dessert Cafe. Aku mengundang kamu dan teman-teman yang lain untuk reuni dan makan malam di cafeku. Usahakan datang ya ! Karena, kalau kamu tidak datang, acara reuninya tidak akan seru. Aku juga menyediakan makan malam yang spesial untukmu dan untuk teman-teman yang lain. Makanannya adalah roti ala Perancis, cheese cake rasa coklat, dan  lainnya. Kalau minumannya, ada blue ocean, yaitu soda biru dan ada juga orange squash, yang tentunya buatan aku sendiri. Aku mengadakan acaranya hari Minggu, tanggal 7 Agustus 2032. Alamat cafeku yaitu di Jalan Sweet Cheese No. 10, Perancis. Datang ya !
Tolong sampaikan surat ini ke teman-teman yang lain.
Demikian surat dariku. Terimakasih.
Wassalamualaikum Wr.Wb.

Pengirim
 










Najma Aqila P.

Surat Undangan Pribadi Salsa


Indonesia, 24 Desember 2032

Untuk Angel
Di Afrika

Dear Angel,
Hai Angel, bagaimana dengan kabarmu ? Semoga kamu senang ya di Afrika. Oh ya Angel, sudah setahun keluargaku perusahaan batik. Dan keluargaku juga menjadi pengusaha batik lho. Aku sangat bangga menjadi pengusaha batik, karena aku sangat bangga menjadi anak Indonesia. Maka dari itulah, keluargaku mendirikan perusahaan batik. Oh ya Angel, aku mempunyai mimpi yang aku selalu tunggu, yaitu aku ingin sekali memperlihatkan berbagai jenis betik kepada orang di luar negeri sana. Angel, banyak sekali jenis batik yang aku jual, yaitu batik Madura, batik Yogyakarta, batik tulis, batik cap, dan masih banyak lagi. Warnanya juga beragam, seperti coklat, pink, hijau, kuning, orange, dan lainnya.

Angel, kamu senang membatik tidak ? Kalau aku sangat senang membatik. Tetapi aku ingin mengundangmu untuk datang ke perusahaanku. Aku ingin mengajarkanmu batik tulis yang digunakan dengan canting. Tempatnya di kota Bekasi Jalan Teratai Putih No. 5. Kalau kamu sempat, balas suratku ini ya Angel !
Salam manis







Salsa

Rabu, 27 April 2011

Insiden Kemarin

Saya baru saja selesai salam di rakaat terakhir sholat zuhur, ketika suara "Prang" itu terdengar dari ruangan sebelah.. Buru-buru saya buka mukena dan dengan sendal jepit bergegas keluar. Beberapa siswa dan guru sudah berdiri di depan toilet laki-laki. Apa yang terlihat membuat saya terperanjat. Kepingan-kepingan kaca berserakan di lantai toilet itu. Untungnya tidak ada siswa yang terluka. Saya bertanya, "Siapa yang melakukannya ?" tidak ada yang mengaku.
Beberapa anak langsung masuk kelas yang posisinya tepat di depan ruang guru, tempat saya tadi melakukan sholat Zuhur. Saya segera mengenakan sepatu dan masuk ke kelas itu.
Seorang anak tengah meraung-raung di karpet yang tergulung separuh.
"Kenapa, Nak ?" saya bertanya. Dia tetap menenggelamkan wajahnya ke karpet, tangisnya masih histeris.
"Saya tidak mau mengganti !" teriaknya.
"Nak, tidak perlu takut seperti itu. Hal ini  bisa kita bicarakan bersama. Kami tidak menyalahkanmu. Yang terpenting adalah kita belajar bertanggungjawab. Sudah menangisnya ." saya mencoba menenangkannya dengan menepuk punggungnya yang masih naik turun.
Perlu beberapa saat, sampai akhirnya anak itu membalik badannnya, dan duduk menghadap saya.
"Kamu minum dulu, dan ajak teman-teman yang tadi bermain bersama kamu. Kita bicarakan di ruangan Ibu."


Kurang dari 5 menit, kami sudah berkumpul di ruang kepala sekolah. Ada 4 anak yang terlibat dalam permainan, yang menyebabkan cermin di toilet laki-laki pecah. Salah seorang dari mereka memeluk bola dari bahan berwarna orange. Sekarang saya meminta mereka untuk menjelaskan kronologis kejadiannya secara lisan. Satu-persatu dari mereka menjelaskan. Kemudian, saya minta mereka menuliskan di buku pembinaan siswa tentang kejadian itu.


Peristiwa kaca pecah, tulang patah, bibir berdarah, dengkul robek adalah hal yang biasa dialami oleh anak-anak saat mereka melakukan aktivitas bermain atau belajar di sekolah. Bukan hal luar biasa yang harus ditanggapi dengan emosi yang berlebihan. Yang terpenting adalah, kita sebagai orang dewasa harus bersikap bijak dalam menanggapinya. Netral terhadap informasi, dan cermat mengklarifikasi persitiwa secara akurat dari sumber-sumber terkait. Dan selanjutnya merangkul anak-anak yang terlibat untuk masuk ke dalam ruang diskusi sebagai upaya mencari jalan keluar bersama. Dengan membiarkan mereka menjelaskan persitiwanya dan mengarahkan mereka menuju solusi terbaik yang bisa diambil.


Hasil dari diskusi mengenai kaca toilet yang pecah kemarin adalah keempat anak itu sepakat akan mengganti kaca dengan memberikan urunan uang sebesar Rp 25.000,00, dan uang tersebut akan mereka ambil dari uang saku pribadi mereka sendiri, tidak lagi meminta dari orang tua.
Saya pikir itu suatu jalan keluar yang perlu diapresiasi. Karena permainan dilakukan bersama-sama, maka mereka juga menyelesaikannya secara musyawarah, dan akhirnya mencapai kata mufakat.


(ki-kaca pecah, April 27th 2011)

Minggu, 24 April 2011

Pengusaha Kecil

Suasana riuh dengan meja-meja kayu berjajar rapi dan anak-anak yang riang menjajakan dagangannya. Mengundang orang-orang yang mungkin awalnya terpaksa tapi pada akhirnya membeli juga dagangan mereka. Riuh yang bersemangat. Itu adalah bayangan yang sudah lama terlintas di pikiran saya. Maka ketika minggu-minggu bergerak menuju hari pengambilan rapor mid semester II, saya terpikir untuk mengadakan program 'pasar-pasaran'. Kepala sekolah menyambut baik rencana saya, maka langsung  saya buat poster dengan judul besar "Gerai Usaha Siswa", bagi yang berminat . . . hubungi dan daftar langsung ke panitia !


Pengumuman tertulis memang sedang kami biasakan untuk menyebarkan informasi ke siswa. Membiasakan mereka untuk tanggap terhadap pengumuman yang tertempel di mading sekolah, bagian kecil dari kegemaran membaca. Belum sehari ditempel, sudah ada serombongan anak yang datang. Awalnya menanyakan peraturan dan syarat-syaratnya.  Saya ingat wajah-wajah kecil yang bersemangat itu.
"Tapi kami mau bersama-sama, Bu. Boleh ga ?" setengah memelas wajah itu menatap saya dengan mata beningnya yang bulat. Saya mengangguk, "Boleh, Nak. Tapi isi formulirnya dulu dan ditandatangani orang tua salah satu dari kalian, ya." saya sodorkan selembar formulir keikutsertaan gerai usaha siswa yang dilengkapi dengan peraturan yang harus dipahami oleh siswa dan orang tuanya.


Hari berikutnya, ada 3 rombongan siswa datang, dan meminta form keikutsertaan.
"Kami ingin berjualan roti bakar, puding, brownes, dan air jeruk, Bu." satu dari 6 anak yang datang itu menjelaskan. Mimik wajahnya yang polos tampak memerah. Sepertinya dia baru saja berlari sepanjang lorong menuju ke kantor saya. Karena teman-temannya yang lainnya pun tidak jauh berbeda kondisinya. Mereka masih berusaha manata nafasnya, dan 3 di antaranya duduk di kursi yang ada di ruang kerja saya. Saya perhatikan mereka satu-persatu. Enam orang dalam 1 gerai ?
"Bagaimana kalian membagi tugas ?"tanya saya. Bukan untuk mematahkan semangat mereka, tapi lebih untuk memastikan bahwa mereka semua benar-benar terlibat penuh dan bekerjasama dengan baik untuk membuka gerai bersama.
"Pertama, modalnya kami kumpulkan dari uang saku sendiri, sebesar Rp 30.000,00. Nanti sore, kami akan belanja bersama untuk membeli bahan-bahan. Besok sore, kami akan ke rumah Ririn untuk masak puding dan brownes. Untuk roti bakar, saya yang akan memasak langsung di gerai. Dan untuk air jeruk, akan dibuat oleh Tami. Sedangkan Lila dan Dea akan bertugas menjadi petugas penjualan yang mempromosikan gerai kami di hari pengambilan rapor nanti. Begitu Bu."
Anak itu menarik nafas panjang selesai menjelaskan. Saya kagum sekali dengan mereka. Dengan tersenyum, saya sodorkan formulir keikutsertaan membuka gerai.
"Good luck, Nak !"


Sampai H-1 sudah ada 10 gerai yang terdaftar. Mulai dari siswa kelas 3 sampai dengan kelas 6 telah mendaftar. Gerai yang diberi nama-nama kreatif itu menawarkan jajanan mulai dari makanan, minuman, sampai gantungan kunci kreasi sendiri. Kali ini, gerai hanya dibuka 10 saja untuk menjaga suasana pengambilan rapor agar tidak terlalu riuh. Apalagi pada hari itu, akan ada performance dari kelas PG sampai kelas 3. Terbayang suasana akan begitu ramai.
Jejeran 10 meja berbalut kain batik sudah tertata di sepanjang koridor sekolah. Setiap meja telah diberi nama gerai sesuai dengan formulir yang masuk. Saya lega melihat persiapan telah dilakukan dengan baik. Meja kasir juga sudah siap. Dan tidak sabar lagi untuk menunggu besok. :) 


Pelaksanaan di hari H tidak jauh berbeda dengan bayangan saya sebelumnya. Suasana meriah dan bising. Rayuan dan teriakan penjual untuk mengundang pengunjung membeli dagangannya. Mulai dari rayuan sekilas sampai dengan memaksa. Dengan membawa nampan berisi puding, beberapa orang anak menyebar di setiap pelosok sekolah yang dipadati orang tua. Di arena performance, hall sekolah, di ruang tunggu depan kelas, dan di  teras pojok aktivitas, sampai di lapangan parkir. Orang tua, teman, dan guru menjadi sasaran para pengusaha kecil itu. Saya termasuk salah satu di antaranya yang . . . terpaksa membeli. Tapi senang koq. 


Acara berjalan lancar hari itu. Pengambilan rapor, performance, pojok aktivitas, dan gerai usaha, berjalan simultan pada tracknya. Para pengusaha kecil belum boleh pulang, mereka masih harus melalui proses selanjutnya, yaitu penghitungan laba penjualan dan profit sharing dengan pihak sekolah yang sebesar 10% dari total penjualan, sekedar untuk membeli buku nota pembelian dan administrasi di meja kasir. Dengan wajah yang puas, satu-persatu dari mereka pulang. Keuntungan hasil kerja keras yang mereka dapat, semoga memperkaya pengalaman dan memori indah mereka di masa SD. 


Hampir semua pengusaha kecil itu menodong saya untuk mengadakan acara serupa dalam waktu dekat. Saya tanggapi dengan senyum, dan mungkin akan ada lagi pada saat pengambilan rapor semester II nanti. Ketika saya tanya pada salah satunya, "Apa yang akan kamu jual nanti ?" anak itu menjawab dengan spontan, "Pan cake keju." Lalu saya berbisik, "Berapa sih keuntungan yang kamu dapat hari ini ?" Anak itu dengan bangga menunjukkan kantong bajunya yang tebal, "Rp 85.000,00.".


"Ok, tunggu pengumuman selanjutnya ya, Nak !"Mendengar ucapan saya, mereka spontan bersorak senang. 


(ki-Inspired by Hari Wirausaha Siswa, March 23th 2011)







Minggu, 27 Maret 2011

PUISI


Sebentar Lagi Ujian
Karya: Hariestyo Bagus A. (kelas 4 B)

Cepat sekali waktu berlalu
Sebentar lagi ujian tiba
Harus belajar lagi dari sekarang
Kalau tidak akan menyesal nantinya

            Setiap waktu aku manfaatkan
bersungguh-sungguhlah untuk belajar
 Perbanyaklah belajar kurangilah bermain
meraih prestasi untuk negara



Panti Asuhan
Karya: Citra (kelas 4 B)

Panti asuhan ….
Hebatnya dirimu
Kau tempat menampung anak-anak
Kalau kau tidak ada, anak-anak menangis

Oh…. panti asuhan
Ku sangat dermwan
Kau juga indah
Sampai kukagum padamu


Aku Dapat Hadiah
Karya: Faras Nur A. A (kelas 5 A)

Sungguh senangnya hatiku
Mendapat sebuah hadiah
Pada hari ulang tahunku
           
Aku berulangtahun, aku senang
Dalam hati berkata
Esok nilaiku harus baik

Tapi aku tidak mau nilaiku jelek
Tidak ada untukku lagi hadiah
Aku harus terus belajar dan belajar lagi



Hadiah Ulang Tahun
Karya: Faras Nur A. A (kelas 5 C)

Pada hari ulang tahun ayah dan ibuku
Aku berkeinginan untuk memberinya sebuah hadiah
Hadiahnya berupa sebuah kue ulang tahun,
sebuah benda yang disenangi oleh ibu dan ayahku,
serta dengan memberikan nilai sekolah yang sempurna  
Aku harus menyisihkan sebagian uang jajanku untuk ditabung
Setelah terkumpul banyak, aku segera membuka celenganku
Untuk membeli kue ulang tahun serta hadiah
Aku berharap, ibu dan ayahku menyukai hadiah yang aku berikan


Ibu
Karya: Berliana R. A (kelas 3 A)

Sembilan bulan kau mengandungku
Kau mempertaruhkan nyawamu demi aku
Kau tidak peduli dengan keselamatanmu
Hanya aku yang kau pedulikan
Kuterharu melihat kau begitu melindungiku
Ibu, kau bagaikan bidadari yang turun di hatiku
Sungguh aku menyayangimu
Kasihmu tidak ada tandingannya
Terima kasih ibu 


Sahabatku
Karya: Shafa (kelas 5 C)

Oh, sahabtku
Kau selalu ada di hatiku
Kalau sedang sedih
Kau menghampiriku
Dan kau menghiburku
Dan kau membuatku tertawa

            Sahabatku ….
            andaikan kau tak ada
            aku selalu kesepian 
            dan aku selalu sedih
            tidak ada yang menolong aku
            kau selalu aku rindui

Oh, sahabatku
bagiku kau juara 1 untuk jadi teman
kau selalu menolong, jujur, dan baik
kalau aku di sekolah kau selalu sapa untukku
Terima kasih sahabatku


Indonesia
Karya: Viana (kelas 5 C)

Indonesia …
Kau negaraku
Kau tanah airku
Kau bangsaku

            Indonesia ….
            Kau bermacam-macam suku
            Kau bermacam-macam budaya
            Maka pertahankanlah wahai negaraku
           
                        Indonesia …
                        Walau banyak orang yang ingin menghancurkanmu
                        Namun aku rela berkorban untuk menghentikannya 
           


Bunda
Karya: Icha (kelas 3 A)

Oh Bunda, kau sangat berharga
di hadapanku
Kau bagaikan bintang yang berkelap-kelip
Kau adlah bundaku
Kau adalah yang terbaik bagiku 
Kau seperti malaikat di dalam hidupku
Tanpa kau kutak akan bisa
melakukan seperti ini
Kau memang bund terbaik



Sekolah Tua
Karya: Diang Alfi Syahrin (kelas 5 B)

Angin berhembus kencang
Melalui tembok yang bolong
Hujan turun deras
Melalui atap yang bocor

            Matahari menyengat
Membuat suasana menjadi panas
Hari demi hari
Gedung itu menjadi tua

Gedung itu adalah sekolah
Tempat belajar
Tempat untuk menuntut ilmu
Demi masa depan

            Andaikan saja
            Sekolah itu baru
Muridnya banyak 
Dengan guru yang banyak


Guru Terbaik
Karya: Diang Alfi Syahrin (kelas 5 B)

Mawar merah
Melati putih
Keindahanmu bukan dari tubuh
Kecantikanmu hanya dari hati

            Kupu-kupu terbang ke langit
            Kepintaranmu bukan sembarang tahu
            Kepintaranmu dari kebaikanmu
            Yang sangat pintar menembus angkasa

Teman, saudara, dan keluarga
Menemanimu di manapun kau berada
Kebaikanmu yang membuat mereka senang
Menerangi jalan di tempat yang gelap

            Daun perlahan gugur
            Terbawa sungai dari hulu ke hilir
            Setiap orang mempunyai waktu
            Tetapi sayang, waktunya kau untuk pergi

Kau mengajar kami telah lama
Mengajar pelajaran sampai kami mengerti
Guruku kaulah yang terbaik
Kau mengajar sekolah ini berdiri

            Inilah waktu yang berat untukmu
            Meninggalkan tubuh melepaskan jiwa
            Kembali ke tuhan yang mahakuasa
            Tanpa membawa seorang pun teman

 


Indonesia Tanah Airku
Karya: Tasya Rosa Wulandari (kelas 5 B)

Indonesia …
Adalah negaraku
Yang penuh dengan keragaman budaya
Dan juga keragaman suku

            Tanah airku …
            Dulu hutanmu sangat indah
            Namun hari demi hari
            Hutanmu berganti menjadi gedung

Oh,Indonesiaku …..
Jagalah ibu pertiwi ini
Janganlah ibu pertiwi ini rusak
Ayo, mari kita jaga Indonesia …


Bu Mumun yang Setia
Karya: Tasya Rosa Wulandari (kelas 5 B)

Bu Mumun …
kau sangat setia
kau sangat tegas
kau sangat baik hati

            Bu Mumun …
            Bagiku kau sangat setia
            Pada sekolah ini
            Sudah 11 tahun kau mengajar

                        Aku sangat menghargai
                        Kesetiaan hatimu
                        Kebaikanmu
                        Dan juga ketegasanmu


Permainan
Karya: Fernanda Nadhif (kelas 5 B)

aku suka permainan
ada banyak sekali permainan
seperti permainan tradisional
dan permainan modern

aku suka permainan tradisional
karena permainannya lebih seru
ada petak umpet, congklak, gundu
dan sebagainya

kalau permainan modern 
kalah serunya, ada PS, computer,
dan sebagainya. Tapi aku tetap
suka permainan tradisional



Mamaku Tersayang
Karya: Aby P. (kelas 4 B)

Oh, mama betapa aku menyayangimu
dirimu adalah orang yang kuhargai
mama jasamu tiada tara
kau selalu baik walaupun aku nakal
doamu selalu menyertaiku
akan selalu kukenang jasa-jasamu
terima kasih, mamaku




Bu Mumun
Karya: Lintang Jelita Anjani (kelas 5 B)

Bu Mumun …
Engkau sangatlah baik
Engkau mengajar kita dengan baik
Kita sangat berterima kasih

            Semua orang menghargai kamu
            Temanku menghargai kamu
            Guruku menghargai kamu
            Engkau sangat spesial

Tapi …
Engkau telah pergi
Semoga engkau
Diterima di sisi Allah ..


Bu Mumun
Karya; Tiffani Kenanga Mandalawangi (kelas 5 B)

Bu Mumun …
Engkau sangat berjasa
Tanpamu
Aku tidak bisa seperti ini

            Ya, Illahi …
            Mengapa Kau mengambil nyawanya?
            Padahal
            Masih banyak orang yang menyayanginya
 
Ya, Illahi …
Kalau memang ini kehendakmu
Kita hanya bisa menerima
Dan merenung dalam kesedihan

            Ya, Allah …
            Kuatkan hati hamba
            Dan keluarganya
            Bahkan keluarganya
            Bahkan teman-temannya
            Untuk melepaskan Bu Mumun
            Dari pelukan kami


Mama
Karya: Berliana R (Kelas III A)

Sembilan bulan kau mengandunganku
Kau mempertaruhkan nyawamu kau demi aku
Kau tidak peduli dengan keselamatanmu
Hanya aku yang kau pedulikan

Kuterharu melihat kau begitu melindungiku
Ibu, kau bagaikan bidadari yang turun di hatiku
Sungguh aku menyayangimu
Kasihmu tidak ada tandingannya
Terima kasih ibu… 



Panti Asuhan
Karya: Echa (kelas IV B)

Panti asuhan
Hebatnya dirimu
Kau bisa mengasuh anak-anak walau sering menangis

Oh, panti asuhan
Kau satu-satunya harapan bagi mereka
Tanpa kau mereka hidup tanpa didikan

Wahai panti asuhan
Dirimu tak tergantikan
Kau tempat mengasuh anak-anak
Panti asuhan
Aku sayang padamu



Aku Dapat Hadiah
Karya: Faras Nur A.A. (Kelas V C)

Sungguh senangnya hatiku
Mendapatkan sebuah hadiah
Pada hari ulang tahunku
           
            Aku berulang tahun aku senang
Dalam hati berkata
Esok, nilaiku harus baik

Tapi aku tidak mau nilaiku jelek
Tidak ada untukku lagi hadiah
Aku harus terus belajar dan belajar lagi



Ibu
Karya: Rasya (kelas III B)

Ibu, kau yang melahirkanku
Kau yang merawatku dari kecil hingga besar
Kalau aku sakit, kau yang merawatku hingga sembuh
Kalau aku mau apa saja, kau yang membelikannya
Terima kasih ibu …



Sebentar Lagi Ujian
Karya: Hariestyo Bagus A.

Cepat sekali waktu berlalu
Sebentar lagi ujian tiba
Harus belajar dari sekarang
Kalau tidak akan menyesal nantinya

            Setiap waktu aku manfaatkan
            Bersungguh-sungguhlah untuk belajar
            Perbanyaklah belajar kurangilah bermain
            Meraih prestasi untuk negara



Puisi Untuk Awan
Karya: Bintang (Kelas III B)

tubuhmu yang putih melayang-layang indah
bergerak tiada henti seolah mencari tempat sunyi
sebarapa jauh dan tinggi kugapai
takkan dapat menangkapmu

wahai awan
betapa cantik dikau
betapa indah dirimu


Bintang Di Langit
Karya: Nasya (Kelas IV B)

kupandang bintang di langit
begitu indah bentuknya
bersinar di malam hari
untuk menerangi langit

            oh, bintang
ketika pagi dating
aku mencari-cari engkau
ternyata engkau hanya berada di malam hari

terima kasih bintang
karena kau membantu bulan
menerangi malam 


Sahabatku
Karya: Shafa (Kelas V C)

Oh, sahabatku
Kau selalu ada di hatiku
Kalau sedang sedih
Kau menghampiriku
Dan kau menghiburku
Dan kau membuatku tertawa

            Sahabatku
            Andaikan kau tak ada
            Aku selalu kesepian
            Ketika aku selalu sedih
            Kau selalu kurindui

Oh, sahabatku
Bagiku kau juara 1 untuk menjadi teman
Kau selalu menolong, jujur, dan baik
Kalau aku di sekolah, kau selalu sapa aku
Terima kasih sahabatku



Kucing
Karya: Viana (Kelas V C)

Kucing, kau selalu menemaniku
Membuatku senang di saat kusedih
Saat tak ada teman, kau ada di dekatku
Meski kadang kumalas merawatmu
Kau tetap sehat dan senang

            Kucing, tidak ada yang bisa menggantikanmu
            Walau nanti pasti berpisah
            Aku senang bisa bertemu denganmu
            Bermain dan bercanda denganmu
Semoga kamu juga begitu